November 25, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Tradisi Perayaan Natal Di Indonesia

10 min read

Hari Natal adalah hari milik semua umat nasrani di dunia. Pada tanggal 25 Desember semua umat nasrani menyambut hari Natal ini dengan penuh sukacita dan damai. Natal merupakan perayaan untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Setiap tahun, semua umat nasrani melakukan tradisi untuk menyambut hari Natal ini dengan berbagai tradisi yang khas. Untuk itu dibawah merupakan beberapa wilayah Di indonesia yg merayakan natal  :

 

1. Marbinda
Di Sumatra Utara terdapat tradisi yang disebut marbinda. Tradisi marbinda adalah tradisi menyembelih seekor hewan secara bersama sama di hari Natal. Hewan yang disembelih merupakan hasil kesepakatan bersama antara beberapa orang yang menabung (patungan) untuk membeli hewan tersebut. Kesepakatan ini biasanya dilakukan di awal saat mereka akan menabung. Hewan yang biasa mereka sembelih adalah babi, tetapi kalau hasil patungannya banyak, mereka bisa menyembelih seekor kerbau.

 

natal di bali

2. Memasang Penjor
Apabila di daerah lain, Natal dimeriahkan dengan hiasan pohon Natal, lonceng, lampu hias, dan ornamen Natal lainnya. Di Bali mempunyai kekhasan pada hiasannya. Masyarakat nasrani di Bali menghias gereja dengan bambu yang dihiasi janur dengan ornamen khas Bali yang disebut penjor. Pada saat menghadiri kebaktian, mereka menggunakan pakaian khas daerah, yaitu kebaya, selendang, kain kamen, dan destar. Pakaian bernuansa hitam dan putih.

 

natal di jkt

3. Rabo Rabo
Di Jakarta, tepatnya di Kampung Tugu, Cilincing, komunitas warga keturunan Portugis melakukan tradisi rabo rabo pada saat Natal. Selesai melakukan kebaktian Natal, mereka berziarah ke makan yang letaknya di dekat gereja. Setelah itu,  dimulai lah tradisi rabo rabo. Tradisi rabo rabo yaitu bermain musik keroncong sambil menari bersama, dan mereka keliling kampung untuk mengunjungi para keluarganya. Uniknya, setiap penghuni rumah yang telah dikunjungi wajib mengikuti rombongan pemain keroncong sampai ke rumah terakhir. Puncak perayaan terdapat dalam tradisi mandi mandi. Warga berkumpul di rumah sanak keluarganya, lalu mereka saling mencoret-coret muka satu sama Iain dengan bedak putih sebagai simbol membersihkan kesalahan yang lalu.

 

4. Saling Mengunjungi
Beberapa gereja di Yogyakarta, merayakan Natal dengan iringan gamelan. Mereka yang mengiringi pun menggunakan pakaian Jawa (baju beskap dan blangkon, serta menggunakan bahasa Jawa halus. Setelah kebaktian Natal di gereja, masyarakat saling mengunjungi satu sama lain.

 

natal di toraja

5. Lovely December
Untuk merayakan Natal, masyarakat Toraja. mengadakan festival budaya dan pariwisata bertajuk Lovely December. Festival ini dimulai awal bulan Desember dan puncaknya pada tanggal 26 Desember. Uniknya, festival ini dibuka dengan memotong kerbau belang. Adapun pada puncaknya, dilakukan arak arakan yang disebut lettoan. Banyak acara yang digelar pada saat puncak perayaan, seperti karnaval, bazar Natal, kontes kerbau, pentas seni, aneka acara adat, pameran kerajinan tangan, dan kuliner.

 

natal di flores

6. Meriam Bambu
Malam Natal di Flores dimeriahkan dengan menyalakan meriam bambu. Meriam bambu diletakkan di tiap sudut kota. Pada malam itu pula, anak muda bergadang semalaman sambil sesekali main kembang api dan minum moke atau minuman khas Flores.

 

natal di ambon

7. Membunyikan Sirine Kapal dan Lonceng Gereja
Pada malam Natal, pukul 00.00 waktu setempat, di Ambon akan menjadi kota yang ramai dengan sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan bersama sama. Pada malam itu pula, masyarakat biasanya mengadakan pertemuan keluarga besar.

 

natal di papua

8. Pesta Barapen di Papua
Perayaan Natal di Papua dilakukan dengan pesta barapen atau bakar batu. Sesuai dengan namanya, batu-batu dibakar. Batu disusun dengan susunan batu yang besar di bawah, lalu ditutup kayu bakar, di atasnya batu yang lebih kecil, ditutup kayu bakar kembali, dan seterusnya. Lalu tumpukan tersebut  dibakar hingga kayu habis terbakar Pada saat itu, batu batu sudah panas. Batu batu tersebut dimasukkan ke dalam Iubang yang telah diberi alas alang alang dan daun pisang. Setelah batu dimasukkan, lalu diletakkan  babi yang akan dimasak. Di atasnya
diberi tumpukan batu dan alang alang berselang seling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.