Thu. Apr 2nd, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Tradisi Menjelang Satu Suro

9 min read
tradisi 1 suro

tradisi 1 suro

Bagikan Artikel :

Bulan Satu Suro dianggap sebagai bulan yang sangat sakral atau bulan suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan,tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa. Ritual ini bertujuan agar Masyarakat Jawa lebih mawas diri. Saat pergantian Tahun Jawa, secara serempak diadakan ritual di Kraton Yogyakarta dan Surakarta Hadiningrat Sebagai pusat Kebudayaan Jawa. Berikut merupakan Ritual atau kegiatan menjelang maupun sesudah Satu Suro di berbagai wilayah Indonesia :

tirakatan
tirakatan

1. Tirakatan
Pada saat malam 1 Sum atau 1 Muharram, masyarakat Jawa kebanyakan melakukan berbagai tradisi, seperti ritual tirakatan, eklekan atau tidak tidur semalam suntuk, dan tuguran atau perenungan diri sambil berdoa. Bagi masyarakat Jawa, Bulan Suro dianggap sebagai bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa. Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berinstrospeksi adalah dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu. Tradisi ini bertujuan agar masyarakat Jawa lebih mawas diri.

1 suro bangka
1 suro bangka

2. Kue Bolu di Bangka
Menghiasi perayaan tahun baru Islam tepatnya di Kelurahan Kenanga Kabupaten Bangka, Bangka, Kepulauan Babel dengan membuat ratusan kue bolu Kojo. Kue ini dibuat sekitar 300 kue dan diletakkan di sebuah dulang ’raksasa’ yang tertutup. Kue ini dibuat untuk menjamu tamu di Masjid Al Mu’minun Kenanga. Tradisi memperingati tahun baru Islam ini sudah menjadi tradisi khas budaya masyarakat setempat.

grebeg suro ponorogo
grebeg suro ponorogo

3. Grebeg Suro(Ponorogo)
Di daerah Ponorogo, Jawa Timur, ada tradisi grebeg suro. Grebeg suro merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Ponorogo sebagai wujud pengembangan budaya dan wisata, di samping untuk memperingati datang nya tahun baru Hijriyah. Menarik nya, selain diadakan acara kirab, juga diadakan perlombaan kesenian reog atau festival reog nasional yang di ikuti oleh para seniman reog di seluruh tanah air. Ada juga acara larung sesaji yang dilakukan di telaga Ngebel.

Ledug Suro
Ledug Suro

4. Ledug Suro(Magetan)
Tahun baru Islam atau satu Suro dirayakan oleh warga dengan berbagai cara. Di Kabupaten Magetan, menggelar tradisi Ledug Suro dengan ngalub berkah bolu rahayu yang dipercaya membawa rezeki. Tradisi ini berlangsung meriah. Ribuan warga Magetan tumpah ruah mengikuti acara yang berlangsung di alon alon Kota Magetan. Upacara diawali dengan kirab Nayoko Projo dan Bolu Rahayu yang dibentuk sesuai rupa lesung dan bedug. Warga Magetan terlihat antusias untuk mengikuti perayaan. Puncak acara tradisi Ledug Suro ditutup dengan ritual andhum bolu rahayu. Warga saling berebut bolu rahayu yang dipercaya mendatangkan berkah bagi kehidupan. Warga terlihat berdesak desakan berusaha mendapatkan bolu rahayu meski yang tersisa hanya remah remah nya.

Sedekah Laut
Sedekah Laut

5. Sedekah Laut
Tradisi sedekah laut atau disebut juga Baritan diselenggarakan di beberapa daerah pesisir di Jawa Tengah, seperti Bulakamba, Kabupaten Brebes; Desa Asem Doyang, Kabupaten Pemalang; Wonokerto, Kabupaten Pekalongan; serta Blanak, Kota Tegal. Ritual ini merupakan wujud syukur masyarakat, terutama nelayan selama
mencari nafkah di laut. Acara ini dimeriahkan dengan pasar malam, wayang kulit dan pentas kesenian tradisional.

Suran Traji
Suran Traji

6. Suran Traji
Suran traji merupakan bentuk kegiatan ”bersih desa”di desa Traji, Kabupaten Temanggung yang diselenggarakan secara meriah setiap tahun nya. Siapa pun yang jadi kepala desa harus berpakaian seperti pengantin Jawa pada malam tanggal 1 Suro, kemudian dikirabkan dari balai desa setempat menuju Sendang Sidhukun. Di atas mata air kolam ini diadakan tradisi layak nya pengantin yang disebut Kacar Kucur.

Copyright Sadewa | | by 2DUA.COM.