Tue. Jul 14th, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Tradisi Hari Raya Nyepi

15 min read
Bagikan Artikel :

Hari Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka, pada hari raya Nyepi seluruh umat Hindu di Bali dan di India melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia yang bersih, suci lahir batin. Tepat pada hari Nyepi, semua umat yang merayakan tidak melakukan aktivitas, tidak menyalakan lampu atau api, tidak keluar rumah, dan tidak ada hiburan atau yang dikenal dengan istilah Catur Brata Penyepian. Berbagai tradisi unik mewarnai Hari Raya Nyepi yang berupa rangkaian ritual ke ritual. Selain Nyepi, ada juga Hari Raya Kuningan dan Hari Raya Saraswati yang sama sama dilakukan. setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali.

 

melasti

1. Melasti
Ada beberapa ritual yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi, salah satunya adalah MeIasti. Tradisi ini dilaksanakan tiga hari sebelum hari Nyepi. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu yang dimiliki atau benda benda yang disakral kan. Benda benda tersebut dibawa dan dibersihkan di laut, danau, atau sumber mata air. Pada saat ritual ini berlangsung, masyarakat juga membawa sesaji dan peralatan suci. Saat berjalan, diiringi alunan alat musik tradisional Bali, yaitu gamelan.

 

tawur kesanga

2. Tawur Kesanga
Ritual ini dilakukan sehari menjelang Nyepi. Pelaksanaan nya mulai pagi hingga petang hari. Ritual ini bermakna untuk meningkatkan hubungan yang serasi dan harmonis antara sesama umat manusia, lingkungan, dan Tuhan Yang Maha Esa. Tawur Kesanga diakhiri dengan persembahyangan bersama. Tawur Kesanga yang dipusatkan di Pura Besakih, masing masing kecamatan mengirim utusan untuk mencari air suci (tirta) untuk selanjutnya dibagikan, kepada seluruh umat di wilayah nya masing2 Di tingkat kabupaten, dilakukan upakara ”Panca Kelud Bhuana”. Di tingkat kecamatan dilakukan upakara “Caru Panca Sanak”, dilanjutkan di tingkat desa dengan upakara “Caru Panca Satu”, serta di tingkat banjar upakara “Caru Eka Sata”. Kegiatan tersebut berakhir pada tingkatan rumah tangga pada sore hari dengan menggunakan banten “Sakasidan”. Kegiatan tersebut berakhir pada acara “Ngerupuk”.

 

Ngerupuk bali

3. Ngerupuk
Ngerupuk, ritual ini dilakukan setelah Tawur Kesanga yang bermakna menetralkan alam semesta.Tujuan acara ini agar semua kekuatan dan pengaruh negatif bhutakala, yakni roh atau makluk yang tidak kelihatan secara kasat mata bisa hilang. Simbol dari kejahatan dan kekuatan negatif adalah ogoh ogoh. Ogoh ogoh kemudian dibakar pada akhir ritual sebagai tanda hilang nya kejahatan dari lingkungan sekitar.

 

4. Nyepi
Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan Kalender Caka. Nyepi berasal dari kata sunyi atau senyap yang menandakan pada hari tersebut tidak ada kegiatan apapun. Pada hari Nyepi juga dikenal dengan pelaksanaan Catur Brata, yakni amati geni (tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati Ielungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi. Hari Raya Nyepi dilaksanakan dengan tujuan mempersiapkan dan membersihkan diri sebelum menjalani tahun yang baru.

 

Hari Saraswati

5. Hari Saraswati
Di Bali, seluruh umat Hindu terutama siswa jenjang pendidikan merayakan Hari Raya Saraswati. Hari Raya Saraswati adalah hari lahir nya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan persembahyangan di sekolah mereka masing masing. Setelah melakukan ritual di sekolah, selanjut nya mereka melakukan persembahyangan yang sama di Pura Agung Jagatnata, di jantung Kota Denpasar. Hari Saraswati jatuh setiap 210 hari sekali, dirayakan dengan mempersembahkan bebantenan, rangkaian janur sebagai lambang bakti umat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagian besar sekolah dengan berbagai jenjang pendidikan di Bali membuat dan memasang patung Dewi Saraswati sebagai dari lambang ilmu pengetahuan. Dewi Saraswati merupakan Iambang ilmu pengetahuan yang di ibaratkan seorang “wanita cantik” berwibawa yang penuh simpati. Dewi Saraswati memiliki empat tangan, masing masing memegang keropak yang melambangkan usaha mendalami ilmu pengetahuan, bunga teratai (lambang kesucian), genitri (belajar seumur hidup), dan alat musik (ilmu pengetahuan itu indah dan berirama). Selain itu, Dewi Saraswati juga memiliki kendaraan yakni hewan angsa, yang bermakna dapat memilih mana yang baik mana yang salah.

 

6. Kuningan
Di Desa Minggu, Kecamatan Mengwi, Badung, sedang digelar tradisi Hari Raya Kuningan.Tradisi ini disebut Mekotek atau Ngerebek. Tradisi unik ini yang secara turun temurun dilakukan setiap Hari Raya Kuningan yang jatuh setiap enam bulan sekali berdasarkan penanggalan Bali. Konon jika Mekotek tidak dilakukan maka desa mereka akan mengalami ”grubug”, yakni meninggal nya penduduk tanpa sebab yang pasti dan terjadi secara terus menerus.Tradisi ini bertujuan untuk menyatukan pemuda desa dalam sebuah kebersamaan. Upacara berlangsung di Pura Dalem yang kemudian berjalan menuju Pura Puseh yang menjadi satu dengan Pura Desa. Setelah itu, pemuda pemuda desa yang sudah siap dengan penyalin Mekotek nya ikut pawai sepanjang jalan mengelilingi desa. Semua berseragam serba putih. Setelah berjalan, mereka menggabungkan puluhan penyalin atau kayu tumpul, kecil, dan panjang hingga membentuk kerucut. Salah seorang atau beberapa peserta akan menaiki sampai puncak. Kelompok yang lain akan melakukan hal yang sama. mereka akan berperang seperti panglima perang. Kumpulan penyalin juga dapat menjatuhkan sebuah penjor yang besar sekalipun.Tentu saja bagi pemilik penjor yang kena “permainan” ini tidak boleh marah. Bersorak sorailah mereka para pemuda yang sudah bisa menjatuhkan sebatang penjor nan kokoh.

 

Galungan

7. Galungan
Galungan adalah hari raya umat Hindu.Tradisi pada perayaan Hari Raya Galungan, yaitu memasang penjor. Penjor adalah berbagai hiasan yang terbuat dari daun kelapa (janur) di sebuah bambu panjang yang kemudian didirikan di pinggir jalan. Tradisi umat Hindu pada saat sehari sebelum perayaan Galungan adalah menyembelih babi sebagai persembahan wujud syukur. Biasanya kaum laki Iaki yang menyembelih nya, sedangkan kaum perempuan menyiapkan bebantenan untuk keesokan hari nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Sadewa | | by 2DUA.COM.