November 25, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

10 Letusan Gunung Terdahsyat Di Dunia

15 min read
Gunung-Krakatau

Gunung-Krakatau

Pertama adalah Gunung Krakatau, Gunung krakatau adalah gunung merapi yang masih berbahaya hingga saat ini. Posisi tepat nya ada di Selat Sunda, Indonesia. Pada Agustus tahun 1883, di daerah tersebut terjadi sebuah rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13.000 kali lebih besar dari bom Hiroshima. Bahkan, ledakan nya terdengar hingga ke Perth, Australia. Lebih dari 21 km kubik batu yang dimuntahkan Krakatau. Bahkan, debunya membumbung setinggi 70 mil dan lebih dari 37.000 orang tewas. Namun, dengan tsunami yang ditimbulkannya, jumlah korban sepertinya jauh lebih besar.

Gunung Vesuvius
Gunung Vesuvius

2. Gunung Vesuvius
Gunung Vesuvius menempati nomor dua sebagai gunung ’terkejam’ setelah Krakatau. Sebab, letusannya pada 79 SM telah menyebabkan kematian hingga 25.000 jiwa. Letusan Vesuvius telah memuntahkan isi perutnya selama 20 jam nonstop sehingga membenamkan Kota Pompeii. Sejak itu, gunung api tersebut meletus belasan kali. Terakhir, terjadi  pada tahun 1944 yang juga menenggelamkan beberapa desa di dekatnya.

Gunung Laki
Gunung Laki

3. Gunung Laki
Laki merupakan sebuah gunung api di lslandia yang legendaris. Gunung tersebut telah tertidur sejak letusan terakhir nya yang sangat dahsyat pada tahun 1783. Dengan ketinggian 1.725 m, gunung api tersebut menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika secara spektakuler meletus. Setidak nya, ia telah membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di lslandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya. Di samping itu, kelaparan juga menjadi penyebab mati nya 25% populasi di Islandia. Lebih dahsyatnya lagi, air mancur lahar memancar hingga 1.400 m tingginya. Seluruh dunia juga merasakan akibat dari letusan tersebut. Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara. Hal itu mengakibatkan musim dingin datang lebih awal di lnggris dan membunuh 8.000 orang. Selain itu, di Amerika Utara (1784) menjadi musim dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat. Kemudian, ada lebih banyak salju di New Jersey, Sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan ditemukannya es di Teluk Meksiko.

gunung tambora meletus
gunung tambora meletus

4. Gunung Tambora
Tambora merupakan salah satu gunung api aktif dari 130 an gunung api yang ada di Indonesia. Gunung raksasa setinggi 4.300 m tersebut telah beberapa kali meletus dari April hingga Juni pada tahun 1815. Akibat dari letusan tersebut, dunia menjadi terguncang dengan dampak pasca letusan, yakni mengubah stratosfir dan menyebabkan kelaparan buruk hingga ke AS dan Eropa pada abad ke 19. Ketika Gunung Tambora meletus, batu merah berpijar menghujani angkasa. Semua tumbuh tumbuhan di sekitar
gunung binasa oleh lahar dan awan beracun. Kemudian, lebih dari 71.000 orang meninggal dunia karena terbakar, kelaparan, dan keracunan.

Gunung Pelee
Gunung Pelee

5. Gunung Pelee
Gunung yang terletak di Martinique, Perancis ini menjadi tujuan wisatawa populer di negara tersebut untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat mematikan telah terjadi di sana. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar berhasil menewaskan lebih dari 30.000 orang. Letusan dahsyat tersebut dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang, dan
debu. Lalu, pada April 1902, gunung api tersebut tidak sepenuhnya meletus hingga terjadilah ledakan besar pada 8 Mei 1902. Saat itu, air mancur lahar menyala dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil/jam dari gunung api tersebut. Dengan temperatur 1075 derajat, lahar telah mendidihkan Kota St. Pierre di bawahnya. Kota terbakar berhari hari dan hanya dua orang yang selamat pada saat itu.

Gunung Ruiz
Gunung Ruiz

6. Gunung Ruiz
Nevada Del Ruiz di Kolumbia, dikenal karena lahar nya yang disebut dengan mudflow (longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclasfic). Pada 1595, ada 635 orang tewas setelah lumpur mendidih seperti dituangkan ke dalam Sungai Guali dan Lagunillas. Lalu pada 1845, lebih dari 1.000 orang tewas karena sebab yang sama. Pada tahun 1985, Kota Armero yang dibangun di atas magma mengering, telah kehilangan hampir seluruh populasi penduduk nya. Sebab, sebuah letusan telah mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil/ jam dan mengubur kota tersebut. Akibat nya, lebih dari 23.000 orang tewas.

Gunung Unzen
Gunung Unzen

7. Gunung Unzen
Unzen terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1.500 m tersebut terdiri atas beberapa lapis stratovolcanoes dan masih aktif hingga kini. Pada tahun 1792, beberapa kubah lahar roboh dan menyebabkan tsunami yang dahsyat. Bencana tersebut teiah merenggut lebih dari 15.000 korban jiwa. Kemudian, sebuah letusan terbaru juga kembali terjadi pada tahun 1991. Letusan tersebut telah membunuh lebih dari 40 orang dan merusak bangunan bangunan yang ada di sekitar nya.

Gunung Kedud
Gunung Kedud

8. Gunung Kedud
Kelud terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Sisi timur Kelud telah bergoyang pada tahun 2008. Sebelum nya pada tahun 1919, lumpur lahar telah membunuh lebih dari 5.000 orang. Sejak itu, di bangun lah Terowongan Ampera sebagai suatu sistem pengeringan untuk menampung banjir lahar dari kawah. Kemudian, pada Oktober 2007, 30.000 penduduk lokal harus diungsikan
setelah gunung api dalam kondisi siaga merah. Selama dua minggu, Kelud memuntahkan debu sejauh 8 mil.

Gunung Papandayan
Gunung Papandayan

9. Gunung Papandayan
Papandayan merupakan sebuah gunung api semi aktif yang terletak di Pulau jawa, Indonesia. Pada tahun 1772, gunung api tersebut meletus dan menghancurkan 40 desa di dekatnya. Selain itu, lebih dari 3.000 orang meninggal dunia. Gunung api tersebut masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap serta letusan letusan pada tahun 1923, 1942, dan 2002 dengan kekuatan yang semakin meningkat.

mount lamington 1951 eruption
mount lamington 1951 eruption

10. Mount Lamington
Lamington, gunung api setinggi 1.680 m tersebut terletak di Papua New Guinea. Aneh nya, hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro tersebut mengira gunung tersebut hanya gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan (bukan sebuah gunung berapi).
Namun, pada malam hari 18 Januari 1951, lahar dan asap mulai keluar dari puncaknya. Tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara terjadi hingga menyebabkan langit tertutup debu tebal dengan gerimis magma bercampur uap sulfur. Beberapa bulan kemudian, getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakan nya menyebabkan hampir 3.000 orang meninggal dunia.

Sumber  Eka.web.id

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.