Sat. Apr 4th, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Petaka karena Bercukur

10 min read
Petaka karena Bercukur

Petaka karena Bercukur

Bagikan Artikel :

Tifana sibuk sekali. Pekerjaannya sebagai tenaga marketing di sebuah perusahaan membuatnya selalu bekerja keras. Tifana harus bisa memaksimalkan waktunya agar dapat memenuhi target. Sampai-sampai Tifana tidak sempat berbelanja sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Akan tetapi, sebagai seorang marketing yang selalu bertemu klien, Tifana harus tampil prima dan rapi. Suatu hari, Tifana merasa bahwa bulu-bulu halus di betisnya sudah tampak mengganggu. Tifana pun berencana untuk mencukurnya sepulang kerja nanti. Sebelum mandi, ia ingin mencukur bulu kakinya terlebih dahulu. Karena sudah lama tak dipakai, kondisi pisau cukur nya tampak tidak meyakinkan. Saat itu hari sudah cukup malam dan Tifana sudah sangat lelah. Untuk membeli yang baru, ia malas untuk keluar.

Petaka karena Bercukur2
Petaka karena Bercukur2

Karena kesempatan untuk membersihkan bulu kakinya hanya malam ini, dengan segala pertimbangan, akhirnya Tifana mencukur bulu kakinya dengan alat cukur yang ada. Ketika sedang mencukur itulah, tanpa sengaja Tifana melukai kakinya. Sebuah luka kecil yang menurut Tifana tidak seberapa. Luka itu lalu hanya dibersihkan dengan air hangat dari keran dan Tifana melanjutkan mandi. Malam itu, Tifana tidak bisa tidur dengan nyenyak karena merasakan nyeri di kakinya. Beberapa jam kemudian, ia demam. Tifana lalu minum obat agar demam nya tidak berlanjut. Dia pun tertidur. Pagi hari ketika Tifana bangun, ia menjerit keras. Dia melihat sebagian daging dan kulit di kakinya seperti habis dimakan sesuatu. Luka menganga terlihat dari betisnya. Tifana segera mengambil obat dan membersihkan luka itu, kemudian menutupinya dengan perban. Meski nyeri, ia harus menahan diri sebab ada janji penting hari ini. Tifana segera bersiap pergi ke kantor. Alih-alih memakai rok, Tifana memilih memakai celana panjang hari ini.

Petaka karena Bercukur3
Petaka karena Bercukur3

Setibanya di kantor, kondisi tubuh Tifana memburuk. Demamnya kembali tinggi. Kakinya pun terasa amat sakit. Sebelum makan siang, Tifana melihat kondisi kakinya dan ia menemukan lukanya sudah melebar, daging di kakinya tergerus. Karena tak kuat, Tifana akhirnya dibawa ke rumah sakit. Menurut dokter yang memeriksanya, dengan kondisi seperti itu, kaki Tifana harus segera diamputasi. Namun sayang, amputasi yang dilakukan sudah terlambat karena ternyata penyakit itu sudah melebar hingga ke bagian lain dari tubuhnya. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Tifana akhir nya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Apa Kata Ahli :

Tifana terinfeksi bakteri MRSA atau Methicillin resistant Staphylococcus Aureus atau lebih dikenal dengan bakteri pemakan daging. MRSA adalah salah satu tipe bakteri Staphylococcus. Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Berbeda jika daya tahan tubuhnya tinggi tidak akan menimbulkan gejala apa pun.

Infeksi ini bisa dengan cepat masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan bengkak yang menyakitkan. Bakteri ini dapat menembus ke dalam tubuh sehingga berpotensi menyebabkan infeksi pada tulang, sendi, luka bedah, aliran darah, jantung, dan paru-paru yang bisa mengancam jiwa. Begitu ganasnya, bakteri ini sanggup melahap habis daging kita hanya dalam hitungan jam. Pada sebuah kasus, bakteri ini bisa memakan sebuah jari hingga habis hanya dalam waktu 9 jam. Jika sudah fatal bakteri ini akan memakan daging dan otot. Bahkan, jika sudah menjalar lebih jauh, organ vital seperti jantung, paru-paru, dan hati akan ikut diserang.

Gejala awal pada bakteri ini, yaitu:

1. Kulit yang terinfeksi memerah,

2. Bengkak,

3. Kulit menjadi Lembek,

4. Panas Tinggi, dan

5. Merasakan sakit hebat pada titik tertentu.

Infeksi MRSA lebih sering menyebar di masyarakat, bahkan di antara anak-anak dan orang dewasa yang sehat sekalipun. Di Amerika, bakteri ini sudah menelan korban hingga 19.000 jiwa.


Sumber : Ensiklopedia Dunia
Ditulis ulang 2dua.com dan juga merupakan kisah nyata cerita rakyat dari berbagai negara di dunia

Copyright Sadewa | | by 2DUA.COM.