November 25, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Bahaya Senapan Angin

6 min read
Bahaya Senapan Angin

Bahaya Senapan Angin

Tagedi ini berawal ketika suatu siang, Anto, seorang remaja tanggung sedang berburu burung dengan teman temannya di kebun. Salah satunya adalah Dino seorang pelajar SMP yang juga merupakan tetangganya. Dino yang baru pulang sekolah segera ikut bergabung. Ini adalah kegiatan iseng-iseng yang menyenangkan. Setelah mendapat burung yang cukup banyak, senapan angin Anto tidak mau mengeluarkan peluru. Anto mengira ia kehabisan peluru. la pun berniat mengisinya dengan peluru cadangan. Saat itulah Dino datang menghampirinya. Dino adalah anak yang ingin tahu, sedangkan Anto adalah pemuda yang ceroboh.

Bahaya Senapan Angin2
Bahaya Senapan Angin2

Tanpa memeriksanya terlebih dahulu, Anto memompa senapan anginnya yang ternyata masih berpeluru. Tidak seperti sebelumnya, senapan ini berjalan lancar, tidak macet lagi. Dan itu tepat ketika Dino tiba-tiba muncul di depan senapan Anto. Senapan angin Anto pun meletus dan memuntahkan sebuah peluru yang mengenai pelipis mata kiri Dino. Dino terhuyung sambil memegangi pelipisnya. Rasa nyeri hebat menyerang nya. Namun, Dino tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi. Matanya kabur. Melihat anak tetangganya ini mengeluarkan darah, teman teman Dino termasuk Anto segera melarikan nya ke rumah sakit.

Saat itu jam menunjukkan pukul 14.30. Dino sudah terbaring dalam keadaan tak sadarkan diri di UGD dan sedang mendapatkan perawatan. Dokter bedah segera dipanggil dan mulai menyiapkan operasi. Namun, takdir berkehendak lain. Sekitar pukul 17.00, Dino meninggal saat tengah dilakukan operasi pengambilan serpihan peluru yang ternyata bersarang di kepalanya.

Apa Kata Ahli :

Peluru senapan angin sama berbahayanya dengan peluru biasa. Sebab ketika ditembak kan, kecepatan nya sama dengan senapan berpeluru mesiu. Malah pada dasarnya, apa pun yang ditembakkan dengan kecepatan seperti itu, bisa berakibat fatal bila terkena bagian tubuh kita. Bahkan sebuah plastik tipis dan kosong berbentuk seperti peluru sekalipun bisa memutuskan urat nadi leher kita. Pada kasus Dino, peluru senapan angin yang mengenai pelipis nya ternyata menembus pelipis sebelah kiri terus hingga ke bagian belakang. Peluru ini kemudian pecah dan menyebar ke tiga titik di otak Dino. Otak adalah bagian vital. Operasi seperti ini harus dilakukan dengan hati hati. Namun, Karena sudah terjadi pendarahan, nyawa Dino tak terselamatkan.


Sumber : Ensiklopedia Dunia
Ditulis ulang 2dua.com dan juga merupakan kisah nyata cerita rakyat dari berbagai negara di dunia

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.