November 28, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Bahaya Naik Diatas Kereta Api

8 min read
Bahaya Naik Diatas Kereta Api

Bahaya Naik Diatas Kereta Api

Kereta adalah salah satu modal transportasi yang banyak dipilih warga jabodetabek. Singkatnya waktu tempuh dan biaya yang relatif murah menjadikan kereta sebagai alat transportasi pilihan banyak orang. Namun sayang, masih banyak warga yang tidak bijak saat menggunakan kereta. Gerombolan penumpang yang duduk di atas gerbong tentu bukan pemandangan asing. Beragam alasan diungkapkan mereka yang kerap duduk di atas gerbong, seperti gerbong sudah penuh sesak, panas, dan tentu saja supaya tidak usah membayar. Salah satunya adalah Tono, seorang pria yang selalu menggunakan kereta bila akan bepergian ke Jakarta. Tono yang tinggal di Bogor ini merasa kereta memudahkan aktivitasnya. Namun, Tono bukanlah penumpang yang baik.

Jika berkereta, Tono sering duduk di atas gerbong. Tono tak peduli meskipun risiko nya sangat besar. Setiap hari, dia selalu nangkring di atas gerbong yang melaju antara Bogor dan Jakarta. Suatu hari, seperti biasa, pagi pagi Tono bergegas menuju Jakarta. KRL atau kereta rel listrik yang akan berangkat ke Jakarta sudah penuh sesak. Ratusan penumpang berebut mendapatkan posisi. Melihat ini, Tono tidak mau ambil pusing. Bak Spiderman, Tono segera memanjat kereta untuk mencari posisi bebas sesak di atas kereta. Dengan udara ibu kota yang panas dan membuat gerah, posisi di atas kereta memang memberikan jaminan tanpa gerah. Seperti hari hari sebelum nya, perjalanan menuju Jakarta aman dan lancar serta bebas macet.

Bahaya Naik Diatas Kereta Api3
Bahaya Naik Diatas Kereta Api3

Tono terlihat ngobrol dengan seorang pria yang kebetulan duduk di sebelahnya ketika KRL ekonomi yang mereka tumpangi mulai memasuki kawasan Stasiun Tebet. Jakarta sedang menyambut pagi yang cerah. Asyik mengobrol, Tono dan temannya tidak melihat bahaya. Zzzzzzttt  Kabel Iistrik yang ada di atas mereka mengenai nya dan membuat mereka terjatuh ke bawah. Tono dan teman baru nya pun meregang nyawa.

Apa Kata Ahli :

Sebuah sistem kereta Iistrik menggunakan daya sebesar 1.500 volt yang disalurkan melalui catenery atau saluran udaranya. Tegangan Catenery bisa berubah ubah dari 1.000 sampai dengan 1.800 volt. Kualitas tegangan yang berubah ubah ini bergantung pada variasi pemakaiannya. Saat kereta akan berangkat dan menarik arus yang cukup besar, tegangannya menjadi turun. Sebaliknya, ketika akan mengerem, kereta memberikan energi pada catenery sehingga tegangan menjadi naik.

Saat akan memasuki Stasiun Tebet, kereta yang dinaiki Tono melakukan pengereman. Dengan demikian, tegangan dayanya menjadi tinggi. Di luar dari itu semua, ada juga gangguan gangguan lain yang bisa membuat arus daya listrik mengalami gangguan. Seperti yang terjadi pada kereta yang ditumpangi Tono saat itu. Tono yang berada di atap KRL tentu saja menjadi sasaran empuk dari peristiwa ini. Jangan pernah melupakan faktor keselamatan hanya demi gratisan tetapi merenggang nyawa.


Sumber : Ensiklopedia Dunia
Ditulis ulang 2dua.com dan juga merupakan kisah nyata cerita rakyat dari berbagai negara di dunia

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.