Sun. Sep 27th, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

Bahaya Dari Penyedap Makanan

8 min read
Bahaya Dari Penyedap Makanan

Bahaya Dari Penyedap Makanan

Penyedap masakan atau MSG (monosodium glutamate) memang sangat efektif menambah cita rasa masakan. MSG hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang dengan wujud kaldu, saus instan, cemilan, hingga menjadi campuran dalam garam. Efek ajaibnya yang bisa membuat masakan lezat seketika menghipnotis para ibu dan tukang masak yang tidak jago masak, tidak mau repot, dan ingin irit bumbu. Meski dampak buruk penggunaan dalam jangka panjang sudah menjadi rahasia umum, rasanya sulit sekali untuk 100% menghindari penyedap rasa ini. Patrick, pria bertemperamen tinggi dan penderita obesitas memang memiliki masalah serius dengan pola makan. Ia seolah tidak pernah berhenti mengunyah. Hasratnya untuk makan sangat sulit dikendalikan. Patrick selalu merasa lapar walaupun ia baru saja menghabiskan empat porsi makan orang dewasa.

Bahaya Dari Penyedap Makanan2
Bahaya Dari Penyedap Makanan2

Suatu hari, Patrick menuju restoran masakan Cina berkonsep All You Can Eat. Meskipun sudah bersantap di restoran lain, nafsu makan Patrick tetap saja membabi buta. Dia melahap semua menu buffet yang tersedia dan menelan nya dalam jumlah banyak. Selain makan dalam porsi super besar, kebiasaan Patrick lain nya adalah marah marah, baik terhadap pelayan maupun sesama pengunjung. Ada saja hal-hal sepele yang bisa membuatnya murka.

Bahaya Dari Penyedap Makanan3
Bahaya Dari Penyedap Makanan3

Begitu pula kejadian di hari itu. Patrick meninggalkan restoran China setelah bertengkar hebat dengan pelayan karena menurutnya mereka sangat lambat mengambilkan extra tissue dan menghardik seorang anak kecil yang tertawa melihat perut buncit Patrick. Tidak lama setelah meninggalkan restoran Patrick mendapat serangan jantung karena kadar MSG yang sudah sangat tinggi dalam tubuhnya.

Apa Kata Ahli :

Chinese Restaurant Syndrome ditemukan oleh dr. Ho Man Kwok. lni merupakan nama dari penyakit pada pasiennya yang memiliki gejala cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien tersebut mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan Chinese di restoran Chinese Food. Masakan Cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.

Bagaimana MSG bisa menimbulkan gejala tersebut? Penyebabnya sendiri sampai sejauh ini masih berupa dugaan. Tetapi diperkirakan, penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon, menyantap 2 hingga 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Sebenarnya, akibat mengonsumsi MSG memang tidak fatal betul karena dalam dua jam, sindrom itu akan hilang. Akan tetapi, lain lagi ceritanya untuk orang yang memiliki potensi penyakit jantung. Penderita obesitas cenderung dihantui risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke. Begitu pula dengan Patrick, yang selalu menuruti nafsu makannya. Asupan kadar MSG dalam darahnya meningkatkan tekanan darah dan memicu serangan jantung.


Sumber : Ensiklopedia Dunia
Ditulis ulang 2dua.com dan juga merupakan kisah nyata cerita rakyat dari berbagai negara di dunia

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.