November 28, 2020

2DUA.COM

Berita Unik Aneh Mistis

10 Binatang Yg Menyukai Darah

22 min read
diptera fly

diptera fly

Pertama adalah Lalat, Diptera atau lalat sejati termasuk ribuan spesies yang ada di muka bumi. Kebanyakan lalat tidak berbahaya, mereka peminum nektar, pemulung yang menguntungkan, atau pemangsa serangga lain. Namun, hal itu tidak berlaku bagi diptera. Lalat ini mengisap darah dari mamalia. Jenis betina dari lalat ini mempunyai mulut seperti jarum suntik untuk menarik darah dari mamalia. Lalu, mengirimkan parasit yang membunuh makhluk yang di isapnya. Selain diptera, ada jenis lain dari lalat yang mengisap darah juga. Lalat ini biasa disebut dengan “lalat kuda”. Namun, lalat ini sedikit lebih kasar dengan mulut seperti pisau cukur bermata. Kegunaan mulut ini untuk mengiris daging yang terbuka dan meminum darah yang merembes keluar dari mangsanya.

Jenis lalat yang Iebih tidak biasa adalah hippoboscidae atau louseflies, beberapa di antaranya hidup dalam mangsa besar mereka sampai dewasa. Bahkan, tidak punya sayap. Bahkan, ada lalat dengan larva pengisap darah, seperti ”belatung lantai dari Kongo”. Mereka mengambil isyarat dari kutu busuk dan mengisap darah dari musuh yang tidur dengan mulut seperti lintah.

Burung Pipit Vampir
Burung Pipit Vampir

2. Burung Pipit Vampir
Kepulauan Galapagos terkenal sebagai rumah bagi beragam burung pipit kecil. Bedanya, burung pipit dengan paruh khusus ini mengkonsumsi suplemen diet dengan darah segar. Caranya dengan mematuk tubuh mangsanya hingga berlubang. Pipit yang belajar untuk memakan darah dari luka untuk makanan tambahan kecil ini mungkin binatang yang bertahan lebih baik saat makanan di pulau tempat tinggalnya banyak berkurang. Akibatnya, mereka perlahan lahan bergeser menjadi binatang pemakan darah. Selain mengkonsumsi darah, pipit ini juga dapat memangsa telur.

Siput Torpedo
Siput Torpedo

3. Siput Torpedo
Mungkin binatang ini adalah makhluk yang tidak seperti vampir. Binatang yang bernama latin cancellaria cooperi ini adalah spesies siput laut yang memangsa hampir semata mata pada darah torpediformes atau sinar “listrik”. Sesuai dengan namanya, siput ini adalah sepupu ikan pari yang dapat memberikan sengatan hingga 220 volt untuk melumpuhkan mangsa dan musuhnya. Walaupun gerakannya lambat, tetapi binatang ini peka dan dapat mencium lapisan lendir ikan dari jauh. Mereka menggunakan tabung panjang dan tipis untuk mengalirkan darah tanpa menyebabkan mangsanya sakit atau tidak nyaman.

candiru fish
candiru fish

4. Candiru
Makhluk yang berasal dari Amazon Mini merupakan ikan patin yang ukurannya relatif kecil. Secara luas, binatang terkenal karena kebiasaan langkanya yang berenang ke dalam uterus dan saluran pembuangan mamalia besar (seperti manusia). Candiru dilengkapi dengan pelacak jejak urine (air kencing) untuk aliran air dari insang ikan yang lebih besar. Tubuh kecil mereka secara khusus disesuaikan dengan insang yang mendeteksi darah yang melimpah. Mereka menggunakan rahang kecil tersebut untuk menggigit bagian dalam tubuh mangsanya.

lamprey fish
lamprey fish

5. Lamprey
Agnatha atau “ikan tanpa rahang” pernah menjadi vertebrata (binatang bertulang belakang) planet bumi ini paling awal dan dominan. Binatang ini muncul jutaan tahun yang lalu pada zaman purba yang dikuasai oleh moluska (binatang berbadan lunak) bertentakel dan artropoda (primata atau sejenis kera) berduri. Saat ini, yang masih hidup hanya dari nenek moyang si ”amis”, yakni pengisap darah berwajah disebut “lamprey.” Banyak spesies lamprey yang mempunyai penyaring untuk makanan tidak berbahaya. Tetapi, beberapa jenis yang terkenal merupakan parasit. Mereka menempel pada ikan lain dan menyusup melalui daging sampai mereka mencapai darah atau cairan tubuh lainnya. Mereka membunuh sang mangsa yang tidak cukup kuat untuk bertahan karena kehilangan cairan atau darah. Meskipun tampak primitif dan ganas, lamprey juga ibu berbakti yang bermigrasi jauh untuk bertelur dan secara hati hati membuat tumpukan batu untuk menjadi sarang bagi telur telurnya.

Kelelawar Vampir
Kelelawar Vampir

6. Kelelawar Vampir
Yang paling terkenal dari semua peminum darah dan arguably mamalia (binatang menyusui) parasit, hanya ada tiga jenis kelelawar vampir (desmodontidae). Semuanya berasal dari Amerika. Mereka adalah satu satunya kelelawar yang dapat berjalan dan berdiam lama di tanah. Hal itu memungkinkan mereka untuk dekat dengan mangsa yang lebih besar. Dengan gigi tajam seperti pisau cukur, kelelawar ini membuat irisan kecil di daging mangsanya dengan sedikit rasa sakit. Lalu, air liur anticoagulant (pengencer darah) mereka membuat darah mengalir dengan bebas. Hampir semua kelelawar hidup berkelompok. Kelelawar vampir adalah kelelawar yang dikenal dapat merawat anak mereka, bahkan mengadopsi anak kelelawar vampir lain yang yatim piatu dan menganggapnya sebagai anak mereka sendiri.

Ngengat Vampir
Ngengat Vampir

7. Ngengat Vampir
Kebanyakan ngengat dan kupu kupu memakan nektar atau bahkan tidak pernah makan sama sekali. Masa hidupnya hanya cukup untuk kawin. Ngengat menggunakan belalai tajam untuk mengebor melalui kulit mamalia menuju aliran darah. Saat darah inang mengalir melalui mulut seperti jerami, makhluk kecil ini berusaha untuk meningkatkan dan mengait ke dalam daging sampai proses makan selesai. Kebalikannya dengan nyamuk, justru ngengat jantan yang menjadi vampir (pengisap darah). Sebab, ngengat betina hanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk beristirahat dan menunggu. Sementara laki laki dibiarkan untuk
berpetualang jauh mencari pasangan.

Lintah
Lintah

8. Lintah
Terkait dengan cacing tanah dan annelida (cacing gelang) lainnya, lintah dapat ditemukan di seluruh dunia baik di darat dan di air. Kebanyakan spesies tersebut adalah karnivora (pemakan daging). menggerogoti invertebrate (binatang tidak bertulang belakang) kecil atau bahkan telur ikan dan katak. Tetapi, lintah haematophagous dipersenjatai dengan lingkaran, seperti gigi dan anestesi (senyawa antikoagulan dalam air liur mereka yang memungkinkan untuk membuat irisan kecil tanpa rasa sakit pada mangsa mereka yang menyemburkan darah selama berjam jam). Pada zaman purba, diyakini bahwa lintah dapat mengobati hampir semua penyakit dengan menghapus kelebihan darah kotor. Saat ini, kita juga mengenal efisiensi mereka bagi ilmu kedokteran. Sebab, lintah telah digunakan untuk menghilangkan gumpalan berbahaya pada kaki yang disambungkan. Ternyata Lintah Lebih kompleks dari yang kita pikirkan. la memiliki beberapa hati, otak, dan spesies yang mempunyai sekelompok mata kecil. Banyak spesies yang mengawasi anak mereka dari dekat. Lalu, membentuk sebuah kepompong pelindung di sekitar telur dan membawa bayi mungil di punggung mereka sampai dapat berjuang sendiri.

9. Kutu Busuk
Awalnya, binatang ini hanya disebut serangga dari ordo (bangsa) hemiptera, yang meliputi kutu busuk, kutu pembunuh, kutu air, kutu daun, jangkrik,dan lainnya. Kebanyakan serangga tersebut tidak berbahaya, tetapi yang jahat adalah “kutu busuk” dibandingkan dengan beberapa jenis parasit Iainnya. Sesuai dengan namanya, makhluk makhluk bersayap ini bersembunyi di bahan bersarang vertebrata yang lebih besar (seperti kasur dan bantal) untuk mengisap darah saat mangsanya tidur. Mereka beradaptasi secara cepat terhadap penyakit dan pestisida (zat beracun), membuat mereka sangat sulit untuk dibasmi. Adaptasi yang cepat tersebut disebabkan sebagian kebiasaan keras mereka bereproduksi (untuk kawin). Laki Iaki harus mengalahkan yang lebih besar, lalu kawin dengan betina dengan cara menikam melalui exoskeleton nya (alat kelamin berbilah). Lalu, betina harus cukup kuat untuk bertahan dari luka luka sampai dapat meletakkan telur. Hal itu berarti hanya dari pasangan kutu yang tangguh yang akan melahirkan bayi bayi kutu baru. Pada beberapa spesies eksotik, kutu busuk betina bahkan memiliki lingga (alat kesuburan) berbilah sendiri. Hal itu membuat perkawinan mereka seperti pertandingan anggar dengan kekerasan.

Kutu Loncat
Kutu Loncat

10. Kutu Loncat
Kutu adalah kelompok terbesar dengan 100 persen jenis haematophagous, walaupun ada berbagai serangga yang memakan darah. Mereka beradaptasi dengan hidup dari darah mamalia. Fleksibelitas mereka adalah tubuh yang tipis, namun padat seperti lapis baja yang sempurna untuk ”berenang” dengan cepat melalui bulu tebal. Mereka juga dapat menolak upaya tuan rumah untuk menggaruk atau menggigit mereka keluar. Kutu tidak punya sayap. Karena sayap akan memperlambat pelarian mereka. Tetapi, kompensasinya ia mempunyai kaki yang luar biasa yang memungkinkan untuk melompat lebih dari 200 kali panjang tubuh mereka. Kutu memulai hidup mereka sebagai larva belatung yang tidak menggigit,tetapi memakan puing puing, seperti kulit mati, rambut, bulu, bahkan sampah orangtua mereka. Kutu betina tidak hanya minum darah, tetapi juga kotoran mereka yang akan diberikan ke bayi bayinya. Umumnya, kutu senang makan dan berjalan. Ada beberapa spesies kutu yang dikenal sebagai “sticktight”, yakni punya metode makan agak tidak menyenangkan. Ia menyusup seluruh tubuhnya jauh di bawah kulit mamalia, membengkak sampai ukuran kacang polong, lalu meletakkan telurnya dan mati. Kutu tersebut masih tertanam dalam daging dan hal itu dapat menyebabkan infeksi bakteri. Kutu loncat tidak sama dengan kutu yang tidak masuk dari daftar ini. Kutu adalah arakhnida (binatang seperti kalajengking dan laba-laba) dengan delapan kaki.

Copyright Sadewa | Newsphere by AF themes.